Pièce De Résistance

Different but Unique | Greatly blessed | Highly Favored | Deeply Loved |™



Semalam..
Langkah rintik hujan
Mengawali malamku..

Semalam jua..
Celoteh riangmu 
Membuatku terpingkal..

Apakah kau tau?
Bahwa petir dan kilat ikut menyaksikannya?
Aku berharap
Malam ini sang Canopus mewarnai langit
Namun apa daya?
Lanuarius datang
Dan tak dapat terhindarkan..

Aku jadi ingat kisah troya
Ketika Akhaia menyerangnya
Begitu juga kisah Aristides

Entah, dari mana tepatnya
Namun cahayanya mampu
Menyunggingkan senyum diwajahku.

Terlepas dari itu..
Aku merindukanmu..
Melebihi bintang-bintang itu.


* Canopus : bintang paling pada bulan desember tanggal 28-29
   Lanuarius : bulan januari (latin)
   


Wrote by Narita Vania Constantia


Ketika Perianthium membangunkanku
Nektar Sedang bercengkrama dengan siluet matahari
Aku disana
Melihatmu dari alam jenaka
Sekelebat aku tersenyum
Riang karena kau datang

Nyanyian alam tak mampu menghentikanku
Untuk berdendang bersamamu
1 petik
2 petik
Aku memutar - mutar 
Mengibaskan Corolla-ku
Sang angin seakan mengikuti iramaku
Memberikanku sentuhan lembutnya..

Aku bahagia
Seperti sang peri keluar dari bivalvia-nya
Menghirup alunan embun
Dalam eksotis pagi
Menyatu
Dalam guratan sang pencipta



* Perianthium = perhiasan bunga
   Corolla = mahkota bunga
   Bivalvia = sepasang cangkang

Wrote by Narita Vania Constantia
@flyover kasablanca
Flyover Casablanka

Minggu pagi kemarin ini seperti biasa aku sangat menikmati perjalanku. Waktu baru menunjukan jam 6.15 ketika aku berada di atas flyover Casablanka. Tercengang dengan karyaNya. Pantulan sinar matahari dari balik awan membuatku ingin membuka kaca sejenak. Angin semilir seakan memelukku. Dan aku mulai mengarahkan kamera seakan tidak ingin kehilangan moment itu.

Disanalah.. dengan tidak sengaja aku membidik "light stand".. dan Roh Kudus mengajariku banyak hal. Malam itu aku membuka ayat yang menceritakan bagaimana supaya kita bisa menjadi terang.. Bunyinya seperti ini..

Matius 5:15-16 (TB) Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

Saat aku membaca ayat ini, yang terlintas dipikiranku adalah:
"Aku harus jadi orang yang lebih baik lagi"
"Aku harus lebih sabar lagi"..
"Aku harus excellent dengan apa yang aku lakukan"..
"Aku harus abcde.."
Kita bisa membuat list ini jauh semakin panjang.

Ayat ini seakan mengatakan, kita melakukan perbuatan baik (our efforts) supaya orang bisa melihat apa yang kita lakukan dan mereka bisa memuliakan Bapa kita.

No, no, no..
Aku bukan mengatakan kalau itu salah, tapi ada hal yang lebih mendasar dari itu..

Sampai aku membaca versi The Message..

Matthew 5:14-16 (MSG) “Here’s another way to put it: You’re here to be light, bringing out the God-colors in the world. God is not a secret to be kept. We’re going public with this, as public as a city on a hill. If I make you light-bearers, you don’t think I’m going to hide you under a bucket, do you? I’m putting you on a light stand. Now that I’ve put you there on a hilltop, on a light stand—shine! Keep open house; be generous with your lives. By opening up to others, you’ll prompt people to open up with God, this generous Father in heaven.

Coba kita sama-sama perhatikan kalimatnya..

"If I make you light-bearers"

Pertanyaannya, siapa yang menjadikan kita "light-bearers"?
Jelas bukan diri kita sendiri. Bukan our own efforts. Tapi Yesus sendiri yang menjadikan kita si "pembawa cahaya".

"I’m putting you on a light stand. Now that I’ve put you there on a hilltop, on a light stand—shine!"
Setelah Dia menjadikan kita si "pembawa cahaya", Dia meletakkan kita "on a light stand".. jadi posisi kita bukan dibawah.. bukan dibalik gantang apalagi dikolong tempat tidur. Hehe..

Supaya lampu dapat menyinari sekelilingnya, lampu itu perlu diletakkan ditempat yang cukup tinggi. Bahkan melebihi itu.. Dia meletakkan kita "on a hilltop"!!! Wowww.. can you imagine that? Dia membawa kita naik sampai ke bukit? Nooo.. Dia membawa kita sampai ke PUNCAK bukit dan itu artinya posisi kita di paling atas!

Lalu ayat itu berlanjut.. Dia meminta kita untuk "Shine". Jadi tugas kita cuma "shine". Lampu baru bisa nyala atau bercahaya jika ada sumbernya. Saat sumbernya mati, maka lampu itu akan mati, begitu juga sebaliknya.. Dan "Sumber" yang kita punya itu gak pernah mati dan gak bisa mati! He has conquered the grave, He is our alpha and omega. He is the King of Kings yang kerajaannya gak terbatas ruang dan waktu.

Jadi bersinar tidaknya kita, semua tergantung dari si "Sumber" itu. Dia gak minta kita untuk berusaha keras menjadi bersinar. Dia gak memberikan kita list bagaimana supaya kita bisa bersinar.
As simple as the light connects to the source.. bang!! Naturally kita akan menyala dengan sendirinya.

"be generous with your lives. By opening up to others, you’ll prompt people to open up with God, this generous Father in heaven."
I love how this verse goes on.. Ayat ini gak meminta kita untuk "be generous" dulu baru Dia menjadikan kita "light-bearers". Tapi sebaliknya.. Dia menjadikan kita "light-bearers" terlebih dahulu.

Dengan kata lain.. Dia tidak meminta kita untuk menjadi terang tanpa menyupply terang itu sendiri. He is our source! dan ketika kita sudah bersinar, secara otomatis kita akan menerangi sekeliling kita.
So, being generous is not a must.. but because it is our basic nature.

be blessed!
Wrote by Narita Vania Constantia

Ketika bingkai menjadi genggaman terakhir
Akankah sang pelukis menorehkan lagi tintanya?
atau barangkali..
Ia sudah lupa..
Dimana meletakkan kuasnya?

Sesekali lonceng waktu berdetik
Berharap ia kembali..
Kembali menelusuri jalan-jalan setapak
Kembali bermain dengan hijaunya daun
Gemericik angin semilir..
Hiruk pikuk langit..

Namun..
Ia tak bergeming
Bingkai itu teronggok
Tintanya menetes dalam diam
Kuasnya berdiri membeku 
Kucoba membacanya
dan aku tak mengerti!

ahh..
Bangunlah..
Musim semi sebentar lagi..
Bermainlah bersama siluet senja
Nyanyikan melodi surga untukku..

PS: sang Imaji
Wrote by Narita Vania Constantia

Aku tak mengerti..
Ketika barisan dandelion saling bercengkrama..
Mengikuti dendang alam..

Tabuhan..
Riuh..
Bisikkan irama ultrasonik..
Jentikan putihnya yang melambai.
Seakan memanggil untuk kembali.

Sampai kapankah?
Aku tak tau.
Berapa lamakah?
Seusia "Posidonia Oceanica" barangkali..

Ah, sudah lahh.. 
Aku tak perlu itu. 
Harusnya aku memang tak pernah tahu.. 
Hingga pinuspun meletup.. 
Membawaku dalam tanda tanya.

*PS: Ajari aku (titik)
Wrote by Narita Vania Constantia


Hari itu..
Di beranda hidupku..
Kau mampir dengan senyuman lebarmu.
Senyum yang cukup luas,
Hingga membuatku tergelitik.
Sesekali kau berulah seperti bunglon..
Dan mengejutkanku dengan tingkahmu.

                  Di lain detik..
                  Kau seakan lupa ingatan..
                  Lupa akan eksistensiku,
                  Lupa akan sayapku.
                  Kau menyeruput kegirangan,
                  Tanpa melibatkanku!

Aku berdoa,
Sang merpati tiba lebih pagi..
Dan dengan lekasnya hinggap dalam irama langit.

PS: aku sudah membuatkanmu teh. 

Wrote by Narita Vania Constantia


Ku ingat saat-saat itu. Dimana dunia hanya AKU. Kau disana, muncul dengan cara yang tak terduga dan berakhir dengan tak terduga. Begitu cepat.. Hingga aku tak sempat mengucapkan "selamat tinggal". Kupikir, kita masih bisa berjumpa.. Kupikir, kita masih mampu menghabiskan waktu ribuan tahun lagi untuk bertemu disaat-saat yang "ditentukan".

Namun kau pergi begitu cepat.. Meninggalkan bayangan yang tak akan pernah hilang dalam ingatanku. Sejujurnya aku menyesal.. Menyesal karena tidak sempat berceloteh riang denganmu, menyesal karena "tertawa" begitu berat bagiku. Seandainya aku tahu lebih lekas..

Saat itu aku ingat, kau berusaha melindungiku. Mungkin hal sederhana.. Namun aku mengingat dengan jelas semuanya.. Saat kita berbincang diantara gemericiknya angin pantai dengan ucapan ringan tak penting.. Apakah kau juga mengingatnya?

Bagiku, kau selalu hidup. Karena kau belum benar-benar mengatakan salam perpisahan untukku!! Aku benci kala aku menitikkan air mata perpisahan. Aku benci saat melihatmu tak berdaya.. Aku benci saat "kenangan" tak bisa benar-benar membawamu kembali.


PS: aku kehabisan kata-kata. Dengarkanlah apa yang tak terkatakan.


Wrote by Narita Vania Constantia
Newer Posts Older Posts Home

Hi! I'm Narita

Narita Vania Constantia

God's Masterpiece

Popular Posts

  • It Is Finished!
    Apa itu kasih karunia? "Sesuatu yang tidak layak kita terima, tapi kita menerimanya".. Ya, itu adalah sepenggal dari pel...
  • God Loves You, No More No Less!
    I am amazed by this statement. "Ketika malaikat jatuh, Dia membuangnya, ketika manusia jatuh, Dia mengejarnya. -Ps Chris Manusama ...
  • Sew in Love
    Ketika menulis adalah rajutan Dengan tali temali yang jenaka Akan kupetik bingkai kehidupan Dan kuukir namaMu disana.. Ya.....
  • Love Letter
    My Dear.. Aku mencintaimu! Mungkin kamu bosan mendengarnya.. Entah, sudah ribuan kali aku mengatakannya kepadamu. bahkan surat-...
  • Kebahagiaan
    Pernahkah kalian melewati waktu-waktu yang begitu menggembirakan, sehingga kalian berharap moment itu tidak pernah berakhir? Kalau kal...

Lastest Post

Tags

Christmas Fairy Faith Good Friday Grace Grateful Honor Hope Jesus Letter Love Mom My Random Thoughts My Story Peace Photo Editing Playlist Poem Pulau Seribu Rest Sermon Valentine Wise Woman
Powered by Blogger.

More Post by Narita

  • ▼  2016 (3)
    • ▼  July (1)
      • God Loves You, No More No Less!
    • ►  March (2)
  • ►  2014 (3)
    • ►  January (3)
  • ►  2013 (8)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (2)
    • ►  March (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2012 (22)
    • ►  December (2)
    • ►  October (2)
    • ►  August (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (3)
    • ►  January (10)
  • ►  2011 (52)
    • ►  December (3)
    • ►  November (1)
    • ►  October (6)
    • ►  September (3)
    • ►  August (5)
    • ►  July (12)
    • ►  June (22)

FOLLOW ME @ INSTAGRAM

Copyright © 2016 Pièce De Résistance. Designed by OddThemes & Blogger Templates