Pièce De Résistance

Different but Unique | Greatly blessed | Highly Favored | Deeply Loved |™



Sebenarnya aku mau nulis ini sewaktu moment "Indonesian Idol" lagi heboh-hebohnya, tapi berhubung saat itu aku baru pindahan rumah dan belum ada jaringan internet, akhirnya dipending sampai sekarang.. so here we go!!

Bulan-bulan kemarin seperti yang kita tahu, Indonesian Idol kembali mencari penyanyi-penyanyi yang bukan saja berbakat, tetapi juga berkarakter dan memiliki "chemistry". Chemistry menjadi salah satu bagian penting karena kita sebagai penonton pasti sering menerka-nerka atau mempunyai insting juga..

"Kalau si A tuh auranya kurang menonjol sedangkan si B tuh beda bangeth, baru keluar panggung aja udah berasa dia adalah seorang bintang"..

Dan... Indonesian Idol ini membuatku berpikir. Gimana kalau ada ajang "JESUS IDOL" atau "IDOLANYA TUHAN".. siapa yang bakal Dia pilih menjadi anak kesayangannya?

Coba bayangkan kalau kita menjadi salah satu pesertanya.. dan kita tidak menonjol dibandingkan peserta yang lain.. sampai keputusan diambil, akhirnya kita tereliminasi.. tapi tunggu dulu.. juri masih punya HAK VETO untuk menggunakannya kapanpun mereka mau.

Para juri bilang:
"setiap kami mempunyai favoritnya masing-masing dan kamu bukan favorit salah satu dari kami, jadi kami tidak bisa menggunakannya"..

Apa yang ada dipikiran kalian saat juri berbicara seperti itu? sedih? kecewa? down?

Karena ya, memang banyak dari kita merasa kalau kita ini gak ada apa-apanya. Kita kurang berharga, kita kurang istimewa, kita kurang segalanya dibanding orang lain..

Namun, tiba-tiba ada satu juri berkata dengan yakin dan penuh percaya diri..
"Kamu favorit saya!! Kamu sudah menjadi favorit saya sebelum kamu memberikan pertunjukan apapun didepan saya"..

Wow.. bisa dibayangkan.. ibaratnya kita baru masuk ruang juri, kita belum nyanyi, belum menunjukan ke mereka suara kita seperti apa.. dan juri sudah memfavoritkan kita?

Dan apapun yang terjadi, dia adalah satu-satunya juri yang mati-matian memperjuangkan kita sampai tahap final!!

***
Teman, kita ini favoritnya Tuhan lagi. Terlepas dari apa yang sudah kita lakukan atau belum kita lakukan. Kita menjadi favoritnya jauh sebelum kita melakukan apapun. Dia sudah memfavoritkan kita 2000 tahun yang lalu.

Apa kamu ingat saat itu? Saat sepertinya tidak ada yang harus dipertahankan? Saat sudah sewajarnya kita semua dieliminasi?

Dan apa yang Dia lakukan?
Dia menggunakan satu-satunya HAK VETO yang Dia miliki, yaitu Anaknya yang Tunggal.. untuk apa? untuk memfavoritkan kita. Kita yang gak pantas untuk difavoritkan.

How awesome God is!!

Saat rasa ketidakberhargaan itu muncul, penolakan dunia menyakitkanmu, pandanglah SALIB. Itu adalah bukti nyata yang tak terbantahkan.. :)

Be blessed!

Wrote by Narita Vania Constantia

Pagi itu, aku menelurusi sebuah lorong. Sejauh mata memandang yang ku lihat hanya pintu-pintu yang tertutup rapat. Sungguh aneh pikirku. Terangnya matahari pagi tidak mampu menembus lorong-lorong itu, sehingga yang terlihat hanya kegelapan. Aku hanya mengandalkan beberapa lampu kecil yang seakan sudah usang karena usia dan berharap kalau sinarnya tidak akan redup sampai aku tiba pada tujuanku.

Aku tahu kalau itu pagi karena aku mendengar kawanan burung yang sedang berdendang dan paduan suara kecil dari sekumpulan serangga. Aku bisa mendengar semua itu.. tapi tetap saja aku tidak dapat melihat mereka.

Gema langkah sepatuku memenuhi lorong itu. Setiap kali aku melangkah, rasanya lorong itu akan semakin panjang dan seakan aku tidak akan pernah sampai pada tujuanku. Sesekali aku berlari kecil, berharap sebentar lagi akan tiba.. nyatanya lorong itu terus memanjang dan memanjang..

Tunggu dulu.. aku mendengar suara. Irama suara yang riang berasal dari belakangku. Kuberanikan diri untuk menoleh, meski rasa takut membuat sekujur tubuhku kaku. Disana aku melihat "petugas kebersihan". Aku menyimpulkannya petugas kebersihan karena ia memakai seragam dan membawa sapu serta alat-alat kebersihan lainnya. Ia menyapu setiap langkah-langkah yang aku lewati dan aku menyadari bahwa setiap aku melangkah, aku meninggalkan jejak. Jejak yang berasal dari sepatuku!!

Sewaktu aku menunduk dan ingin melihat seberapa kotornya sepatuku, aku baru menyadari kalau dikantong bajuku ada secarik kertas dan lucunya aku tidak melihatnya sedari tadi. Secara perlahan aku membukanya, disana tertulis "kapan saja kamu membutuhkanku, panggil saja aku" salam, "PETUGAS KEBERSIHAN"..

Aku menoleh lagi dan petugas kebersihan itu menghilang.. hmmmm,,
membutuhkan?
Pikirku, dia hanya seorang petugas kebersihan, untuk apa aku memanggil dia? apa yang bisa dia lakukan? selain membersihan jejakku tadi?
Aku tidak butuh seorang yang membersihkan jejak! aku butuh seorang yang memberi tahu dimana aku berada sekarang..

Aku berlari lagi dan terus berlari.. tetap saja yang kulihat hanya lorong dan lorong. Aku lelah.. Aku ingin keluar dari sini. Kenapa tempat ini sunyi sekali?

Entah sudah berapa jauh aku melangkah.. tapi tetap saja aku tidak melihat apapun selain pintu dan kegelapan ini. sesekali aku terduduk, nafasku hampir habis. Seketika itu juga "petugas kebersihan" itu terdengar lagi.. dan kali ini ia sangat berisik.. sewaktu aku menoleh, aku melihatnya membawa satu keranjang penuh kunci dan itu terus saja bergemerincing.

KUNCI?? tunggu dulu? PINTU dan KUNCI?

Apa dia tahu dimana aku berada sekarang? Aku memberanikan diri untuk memanggilnya.. meski yang terucap hanya kata terbata perpaduan rasa haus dan nafasku yang terengah-engah. Suaraku habis. Aku sangat lelah..

"Pak.." kataku..
"yaa.." ia tersenyum padaku..
"apakah bapak tahu aku ada dimana"?
"tentu saja aku tahu".. katanya dengan sangat meyakinkan.
"kalau begitu dimana aku sekarang, kapan aku sampai?"
"sampai? sampai kemana?"
"sampai ketujuanku.." kataku dengan mantap..
"kamu dari tadi sudah sampai ditujuan" katanya dengan wajah kebingungan
"su.. su.. sudah sampai ditujuan?" kataku tergagap
"ia.. sudah sampai.."
"mengapa gelap sekali tempat ini? tujuanku bukan disini.." kataku dengan nada keraguan..
"kamu tidak pernah membuka pintu yang kamu lewati".. katanya dengan santai..
"membuka pintu? tapi kan pintu-pintu itu terkunci"..


"terkunci? siapa bilang pintu itu terkunci.. aku dari tadi disini dan memastikan kalau semua pintu itu tidak ada yang terkunci.. hanya tertutup.."

"Sometimes in life, we feel that all doors are CLOSED! when that happens, remember these words that "ALL DOORS ARE CLOSED" not "LOCKED".. -Anon

Seringkali dalam kehidupan, kita melewati banyak sekali kesempatan-kesempatan kecil yang sebenarnya sangat berarti.. Entah kesempatan untuk melakukan kebaikan, kesempatan untuk tersenyum dengan orang disekitarmu.. atau kesempatan untuk menghargai waktu yang ada bersama orang-orang yang kita kasihi.

Kalau aku tilik lagi kehidupan dan mencari esensinya, justru aku menemukannya ditempat yang tak terduga. Orang dikenang dari apa yang bisa mereka beri.. bukan dikenal dari seberapa banyak yang ia miliki sepanjang ia hidup.. dan itu yang kebanyakan dari kita lakukan bukan? Seringkali kita mengumpulkan apapun yang bisa kita kumpulkan, membeli apapun yang bisa kita beli untuk membuat orang lain terkesan and that's it.

Kehidupan lebih dari itu. Kehidupan yang tidak ternilai justru ditemukan disekelilingmu. Bukalah pintunya dan nikmati perjalananmu bersama orang-orang yang bisa kamu bantu. Saat kita membantu mereka, kita akan menyadari bahwa merekalah yang membantu kita juga untuk sampai ke tujuan kita.

Diakhir hidupmu aku hanya ingin kamu menjadi kaya.. kaya akan kebaikan.. dan itu semua karena Dia yang menjadikan kita kaya terlebih dahulu.


-Salam-
PETUGAS KEBERSIHAN, sang waktu.
Wrote by Narita Vania Constantia


Lihatlah percikkan kuning dan jingga yang memancar dengan hangat setiap pagi..
Dan.. Dia tidak pernah absen.

Tataplah goresan biru dengan perpaduan kapas-kapas diudara..
Dan.. Dia tidak pernah absen.

Ciumlah aroma bunga, mereka semua memiliki seninya sendiri..
Dan.. Dia tidak pernah absen.

Nikmatilah kibasan angin diwajahmu..
Hujan yang berdendang saat malam..
Sinar rembulan yang masuk dalam kamarmu..
Bintang yang dapat kau tunjuk..
Dan.. Dia tidak pernah absen.

Rasakanlah apa yang kau makan..
Apa yang kau minum..
Apa yang kau pakai..
Itu semua karena Dia tidak pernah absen.

Lihatlah orang-orang disekelilingmu..
Keluargamu.. Temanmu.. Pasanganmu..
yang awalnya terlihat biasa..
Mereka ada..
Membantumu..
Mengisi hari-harimu..
karena.. Dia tidak pernah absen.

Tempat kau tinggal sekarang..
Kehidupanmu hingga saat ini..
Sampai kau bisa membaca tulisan ini..
Hei, Dia tidak pernah absen.

dan pada intiNya..
Dia rela mati di Kayu Salib..
karena..
DIA TIDAK PERNAH ABSEN untuk MENCINTAIMU!

Salib adalah bukti komitmen Dia untuk mencintai kita tanpa syarat.

Selamat menyambut Paskah and be blessed!
Wrote by Narita Vania Constantia

Familiaritas atau familiarity adalah the state of being familiar; intimate and frequent converse, or association; unconstrained intercourse; intimacy; as, to live in remarkable familiarity. 

Nah, kalo familiaritas dikaitkan dalam suatu hubungan, seperti apa hasilnya?

Seringkali rasa familiaritas membuat kita kurang atau tidak mensyukuri akan siapa yang kita miliki.

Pernah gak, suatu ketika kita kagum sama satu orang dan pengen banget kenal sama dia.. Sampai usaha segencar-gencarnya untuk bisa kenal dan deket..

At the end, kita berhasil kenal.. Saat itu perasaannya seneng banget dan bangga! 
Yeah.. Bangga!

Pasti kita bangga saat orang lain sulit banget mau kenalan sama dia sedangkan kita udah deket sama dia. Kemana-mana kita pengen bilang "gue kenal dia, gue tahu siapa dia"..

Sampai suatu ketika, kita udah tau deh semua luar dalem tentang orang tersebut.. Dan kita jadi merasa, "ternyata dia gak jauh beda dari gue ya, sama-sama manusia.. Gak istimewa-istimewa amat lah.. Gitu-gitu doank"..

Dan di lain waktu kalo orang lain bilang gini, "Wah, kamu bisa kenal sama dia? Padahal orang lain susah lho mau kenal sama dia".. Dan kita bilang "biasa aja lagi.."

Dan akhirnya yang ada, rasa hormat kita berkurang..
Saat kita menjadikan familiaritas sebagai standard untuk menghormati orang-orang yang kita kenal, maka seringkali familiaritas mengurangi rasa hormatmu..

Dan ini juga terjadi dengan Yesus..
Matius 13:54 Setibanya di tempat asal-Nya (catatan : Nazaret), Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: "Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu?
Matius 13:55 Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?
Matius 13:56 Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?"
Matius 13:57 Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya."
Matius 13:58 Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.

Dari cerita ini, kita bisa melihat kalau Yesus tidak dianggap di kota kelahirannya.. Mereka berpikir,
"gue tau masa kecil Dia.. Orang lagi kecil tetanggaan kok.."
"gue tau bapaknya tuh cuma tukang kayu"..
"gue tau saudara-saudaranya (bahkan, sampai disebutin nama-namanya).."


Rasa hormat itu udah gak ada.. Dan karena mereka gak menghargai Yesus, maka mereka kehilangan kesempatan-kesempatan besar. Yesus tidak bisa membuat banyak mujizat dikota kelahirannya karena satu hal.. Hilangnya rasa HORMAT!

Untuk itu, coba ingat-ingat.. Kepada siapa rasa hormat kita itu hilang atau mulai berkurang cuma gara-gara kita udah kenal lama sama mereka..

Orangtua kita mungkin, saudara kita, orang disekitar kita, teman-teman kita, bahkan mungkin dengan Tuhan sendiri..
It's easy to honor those you don't know well. It's how you treat those you know the best that reflects who you are. ~Phil Drysdale 
Yeah, siapa dirimu sesungguhnya akan terlihat saat kita menghormati orang yang kita kenal dekat, bukan dengan orang yang tidak kita kenal..

Be blessed!
Wrote by Narita Vania Constantia


Guys.. Percayalah satu hal.. saat kita tidak suka akan kehidupan kita, someone somewhere dream of having your life..

Kalian gak harus ngemis-ngemis untuk makan..
Kalian gak harus jualan koran ditengah hujan deras (it's true)..

Selasa pagi kemarin aku lagi pergi, sekitar jam stengah 7 pagi dan biasanya ada seorang bapak yang jualan koran.. Dalam hati aku udah yakin banget, gak bakal mungkin deh tuh bapak jualan, secara ujannya deras banget, sampe kalo kita mandang ke jalan, itu burem banget jalanan..

Dannn ternyataa.. Dia ada! Dipinggir sebelom jalur busway.. Berdiri dengan topinya yang selalu dia pakai dan setumpuk koran yang dia bungkus dengan kantong plastik.. Tak lupa senyum yang tak pernah absen dari penglihatanku..

Itu membuat aku mikir.. Seperti itukah imanku? Iman yang, walau "hujan deras" tetap percaya kalo pasti masih ada pembeli?

Satu-satunya hal yang Tuhan minta dari kita adalah iman kita. Gak ada yang bisa Dia lakukan saat iman kita mati.

***
Waktu itu Ps. Jeffrey pernah sharing yang diambil dari kisah Yairus. Pernah baca? Yang anak perempuannya umur 12 tahun hampir mati dan Yairus menghampiri Yesus untuk menyembuhkan anaknya..

Dan ditengah perjalanan ada seorang perempuan yang sudah 12 tahun pendarahan. Ia menjamah jumbai jubahNya dan seketika itu sembuh.. Percakapanpun dimulai ketika Yesus bertanya "Siapakah yang menjamah Aku?".. Singkat cerita wanita itu ngaku dan cerita tentang apa yang dialaminya..

Guess what? Kita seakan lupa akan Yairus, karena kita terfokus dengan wanita ini. Pernah bayangkan, bagaimana perasaan Yairus? Saat ia melihat wanita didepan matanya sembuh dan Yesus bukannya cepet-cepet ke rumahnya, tetapi Yesus masih sempet mendengarkan wanita itu cerita..

Saat Yesus masih berbicara dengan wanita itu, seorang dari keluarga Yairus datang dan bilang seperti ini.. "anakmu sudah mati, jangan lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru!" (Luk 8:49)

Kalian bisa bayangin, Yairus down'nya kyk apa? Baru aja ia lihat mujizat didepan matanya, tapi anaknya malah mati diwaktu yang bersamaan..

Dan saat itu Yesus langsung ambil alih. Yesus bilang "Jangan takut, percaya saja, anakmu akan selamat." (Luk  8:50)

Tahukah, mengapa Yesus bilang seperti itu? Karena satu-satunya pegangan yang bisa membuat anak Yairus itu sembuh adalah iman Yairus sendiri.. Dan Yesus gak mau, karena perkataan seorang dari keluarga Yairus, itu mematikan imannya..
***

Bagaimana dengan kita? Mungkin dunia diluar sana dan bahkan orang terdekat kita berusaha mempengaruhi kita dengan melemahkan iman kita.. dan seringkali kita lebih mendengarkan mereka daripada percaya akan janji Tuhan dalam hidup kita.

Atau mungkin juga, kita sudah banyak sekali melihat mujizat diluar sana, didepan mata kita sendiri, tapi kita merasa, koq mujizat seperti gak pernah datang dalam hidup kita..
Saat iman kita nampaknya pudar, percayalah satu hal, bahwa sebenarnya apa yang kita percayai semuanya sudah selesai di kayu salib. 

"sudah selesai" dalam bahasa Yunani adalah τελέω yang dibaca sebagai teleō, artinya: to end, that is, complete, execute, conclude, discharge (a debt): - accomplish, make an end, expire, fill up, finish, go over, pay, perform.

Jadi apa yang kita percayai itu bukanlah sesuatu yang mustahil, tetapi sesuatu yang "sudah selesai".. dan "sudah selesai" artinya kita percaya kalau kita sudah menerimanya; untuk itu, marilah kita sama-sama melangkah dalam "iman yang telah selesai"

Be blessed!
Wrote by Narita Vania Constantia

Sadarkah kita kalo salah satu hal terpenting yang membuat manusia mampu bertahan hidup adalah harapan?

Ada berapa banyak orang yang bunuh diri, depresi, kehilangan sukacitanya, berubah menjadi orang yang sebenarnya tidak diinginkannya dan mungkin ada yang bilang..

"Dulu saya sebenarnya gak seperti ini, tetapi karena ................ saya jadi berubah seperti sekarang ini".

Dan kalo ditarik garis lurus, yang menjadi akar dari semua itu adalah hilangnya harapan. Harapan yang selama ini menjadi pegangan kita, harapan yang membuat kita terus bersemangat, seakan diambil dari diri kita. 

Tapi ketahuilah dan genggamlah ini, meskipun mungkin saat ini kamu merasa menyerah terhadap dirimu sendiri, keadaanmu, situasimu.. "Tuhan tidak pernah menyerah terhadapmu.."

Ibarat kita misalnya lagi di dalam "labirin".. Seringkali kita melihat diri kita dari sudut pandang kita.. dan kita bisa melihat dengan jelas apa yang ada didepan mata kita itu tembok dan seakan-akan kita uda muter kemanapun gak ketemu jalannya..

Tapi sadarkah kalau sudut pandang Tuhan itu tidak sama dengan kita. Ia melihat dari atas.. dan apa yang Ia lihat? ia melihat garis finishnya.. ia melihat "the whole picture".. 

Saat kamu kehilangan harapan, Ia sedang berharap banyak padamu.. Ia ingin kamu memanggilNya dan mengajakNya untuk berjalan bersamamu.. Menuntunmu sampai kamu tiba digaris finish dan merayakan keberhasilanmu denganNya..

Ia rindu mendengar suaramu..
Ia rindu mendengar sukacitamu..
Ia rundu mendengar ceritamu.. (meskipun cerita yang menurutmu mungkin tidak penting, tapi bagiNya tidak ada satu hal pun yang tidak penting..)
Ia rindu tertawa bersamamu..

Kapan terakhir kali kita melibatkan diriNya dalam kehidupan kita?
Kapan terakhir kali kita berbincang denganNya?

Kita juga bisa belajar dari Abraham.. 

Roma 4:18  Abraham terus saja berharap dan percaya meskipun tidak ada harapan lagi. Karena itu ia menjadi bapak banyak bangsa.
Roma 4:20-21 Ia tetap percaya dan tidak ragu-ragu akan janji Allah. Malah imannya menjadikan dia bertambah kuat, sehingga ia memuji-muji Allah. Ia percaya sekali bahwa Allah dapat melakukan apa yang sudah dijanjikan-Nya.

dan kita pasti sudah tahu akhirnya.. apa yang menjadi harapan Abraham semua menjadi kenyataan..!! Ia menjadi orang yang sangat kaya dalam segala aspek kehidupannya, ia memiliki umur yang panjang dan bahkan ia disebut "sahabat Allah" (Yak 2:23)

Percayalah, berkat yang sama yang dimiliki oleh Abraham akan menjadi milikmu juga sehingga kamu bisa menjadi berkat untuk orang lain.. 

Saat pengharapan itu hilang, mintalah kepada Dia, "Sang" sumber pengharapan; Ingat, sesuatu yang disebut "sumber" tidak akan pernah habis!

Dan saat kita mendekat kepada "Sang" sumber, yang ada kita akan menjadi berlimpah-limpah dalam pengharapan (Roma15:13) dan kemanapun kita pergi, pengharapan yang datangnya dari Tuhan akan mengalir keluar sehingga kita menjadi orang yang mengimpartasikan pengharapan Tuhan.. 

Be blessed!
Wrote by Narita Vania Constantia

Dear, my valentine..
Kutulis surat ini untukmu..
Ya, untukmu..
Aku mencintaimu.. TITIK
Tak ada koma, tak ada kutip..
Hanya itu yang ingin Aku sampaikan.

Bukan karena apa yang kamu lakukan..
Bukan karena apa yang tidak kamu lakukan..
Bukan karena seberapa sering kamu mengingatKu..
Bukan karena seberapa lama kamu berbicara padaKu.
dan..
Bukan juga tentang seberapa besar kamu mencintaiKu.

Aku mencintaimu.. TITIK
Tanpa basa basi..
Tanpa "karena.."
Tanpa "jika.."
Tanpa "asalkan.."

Kemarilah..
Aku akan menggenggammu dengan tangan kasihKu..
dengan pelukanKu, kamu akan tetap merasa hangat..
dan.. Aku akan menggendongmu sampai masa tuamu..

Percayalah..
Aku tidak akan pernah mengecewakanmu; Sekalipun TIDAK.
Aku tidak akan pernah menyakitimu..
(siapapun yang menyakitimu, dia juga menyakitiKu)
Selamanya kita akan bersama..
Sampai kapanpun Aku tak akan pernah meninggalkanmu sendiri..

PS: Maukah kamu menjadi valentineKu?



Tertanda
Yesus
Wrote by Narita Vania Constantia
Newer Posts Older Posts Home

Hi! I'm Narita

Narita Vania Constantia

God's Masterpiece

Popular Posts

  • It Is Finished!
    Apa itu kasih karunia? "Sesuatu yang tidak layak kita terima, tapi kita menerimanya".. Ya, itu adalah sepenggal dari pel...
  • God Loves You, No More No Less!
    I am amazed by this statement. "Ketika malaikat jatuh, Dia membuangnya, ketika manusia jatuh, Dia mengejarnya. -Ps Chris Manusama ...
  • Sew in Love
    Ketika menulis adalah rajutan Dengan tali temali yang jenaka Akan kupetik bingkai kehidupan Dan kuukir namaMu disana.. Ya.....
  • Love Letter
    My Dear.. Aku mencintaimu! Mungkin kamu bosan mendengarnya.. Entah, sudah ribuan kali aku mengatakannya kepadamu. bahkan surat-...
  • Kebahagiaan
    Pernahkah kalian melewati waktu-waktu yang begitu menggembirakan, sehingga kalian berharap moment itu tidak pernah berakhir? Kalau kal...

Lastest Post

Tags

Christmas Fairy Faith Good Friday Grace Grateful Honor Hope Jesus Letter Love Mom My Random Thoughts My Story Peace Photo Editing Playlist Poem Pulau Seribu Rest Sermon Valentine Wise Woman
Powered by Blogger.

More Post by Narita

  • ▼  2016 (3)
    • ▼  July (1)
      • God Loves You, No More No Less!
    • ►  March (2)
  • ►  2014 (3)
    • ►  January (3)
  • ►  2013 (8)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (2)
    • ►  March (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2012 (22)
    • ►  December (2)
    • ►  October (2)
    • ►  August (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (3)
    • ►  January (10)
  • ►  2011 (52)
    • ►  December (3)
    • ►  November (1)
    • ►  October (6)
    • ►  September (3)
    • ►  August (5)
    • ►  July (12)
    • ►  June (22)

FOLLOW ME @ INSTAGRAM

Copyright © 2016 Pièce De Résistance. Designed by OddThemes & Blogger Templates