Pièce De Résistance

Different but Unique | Greatly blessed | Highly Favored | Deeply Loved |™



Lihatlah percikkan kuning dan jingga yang memancar dengan hangat setiap pagi..
Dan.. Dia tidak pernah absen.

Tataplah goresan biru dengan perpaduan kapas-kapas diudara..
Dan.. Dia tidak pernah absen.

Ciumlah aroma bunga, mereka semua memiliki seninya sendiri..
Dan.. Dia tidak pernah absen.

Nikmatilah kibasan angin diwajahmu..
Hujan yang berdendang saat malam..
Sinar rembulan yang masuk dalam kamarmu..
Bintang yang dapat kau tunjuk..
Dan.. Dia tidak pernah absen.

Rasakanlah apa yang kau makan..
Apa yang kau minum..
Apa yang kau pakai..
Itu semua karena Dia tidak pernah absen.

Lihatlah orang-orang disekelilingmu..
Keluargamu.. Temanmu.. Pasanganmu..
yang awalnya terlihat biasa..
Mereka ada..
Membantumu..
Mengisi hari-harimu..
karena.. Dia tidak pernah absen.

Tempat kau tinggal sekarang..
Kehidupanmu hingga saat ini..
Sampai kau bisa membaca tulisan ini..
Hei, Dia tidak pernah absen.

dan pada intiNya..
Dia rela mati di Kayu Salib..
karena..
DIA TIDAK PERNAH ABSEN untuk MENCINTAIMU!

Salib adalah bukti komitmen Dia untuk mencintai kita tanpa syarat.

Selamat menyambut Paskah and be blessed!
Wrote by Narita Vania Constantia

Familiaritas atau familiarity adalah the state of being familiar; intimate and frequent converse, or association; unconstrained intercourse; intimacy; as, to live in remarkable familiarity. 

Nah, kalo familiaritas dikaitkan dalam suatu hubungan, seperti apa hasilnya?

Seringkali rasa familiaritas membuat kita kurang atau tidak mensyukuri akan siapa yang kita miliki.

Pernah gak, suatu ketika kita kagum sama satu orang dan pengen banget kenal sama dia.. Sampai usaha segencar-gencarnya untuk bisa kenal dan deket..

At the end, kita berhasil kenal.. Saat itu perasaannya seneng banget dan bangga! 
Yeah.. Bangga!

Pasti kita bangga saat orang lain sulit banget mau kenalan sama dia sedangkan kita udah deket sama dia. Kemana-mana kita pengen bilang "gue kenal dia, gue tahu siapa dia"..

Sampai suatu ketika, kita udah tau deh semua luar dalem tentang orang tersebut.. Dan kita jadi merasa, "ternyata dia gak jauh beda dari gue ya, sama-sama manusia.. Gak istimewa-istimewa amat lah.. Gitu-gitu doank"..

Dan di lain waktu kalo orang lain bilang gini, "Wah, kamu bisa kenal sama dia? Padahal orang lain susah lho mau kenal sama dia".. Dan kita bilang "biasa aja lagi.."

Dan akhirnya yang ada, rasa hormat kita berkurang..
Saat kita menjadikan familiaritas sebagai standard untuk menghormati orang-orang yang kita kenal, maka seringkali familiaritas mengurangi rasa hormatmu..

Dan ini juga terjadi dengan Yesus..
Matius 13:54 Setibanya di tempat asal-Nya (catatan : Nazaret), Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata: "Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu?
Matius 13:55 Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?
Matius 13:56 Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?"
Matius 13:57 Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya."
Matius 13:58 Dan karena ketidakpercayaan mereka, tidak banyak mujizat diadakan-Nya di situ.

Dari cerita ini, kita bisa melihat kalau Yesus tidak dianggap di kota kelahirannya.. Mereka berpikir,
"gue tau masa kecil Dia.. Orang lagi kecil tetanggaan kok.."
"gue tau bapaknya tuh cuma tukang kayu"..
"gue tau saudara-saudaranya (bahkan, sampai disebutin nama-namanya).."


Rasa hormat itu udah gak ada.. Dan karena mereka gak menghargai Yesus, maka mereka kehilangan kesempatan-kesempatan besar. Yesus tidak bisa membuat banyak mujizat dikota kelahirannya karena satu hal.. Hilangnya rasa HORMAT!

Untuk itu, coba ingat-ingat.. Kepada siapa rasa hormat kita itu hilang atau mulai berkurang cuma gara-gara kita udah kenal lama sama mereka..

Orangtua kita mungkin, saudara kita, orang disekitar kita, teman-teman kita, bahkan mungkin dengan Tuhan sendiri..
It's easy to honor those you don't know well. It's how you treat those you know the best that reflects who you are. ~Phil Drysdale 
Yeah, siapa dirimu sesungguhnya akan terlihat saat kita menghormati orang yang kita kenal dekat, bukan dengan orang yang tidak kita kenal..

Be blessed!
Wrote by Narita Vania Constantia


Guys.. Percayalah satu hal.. saat kita tidak suka akan kehidupan kita, someone somewhere dream of having your life..

Kalian gak harus ngemis-ngemis untuk makan..
Kalian gak harus jualan koran ditengah hujan deras (it's true)..

Selasa pagi kemarin aku lagi pergi, sekitar jam stengah 7 pagi dan biasanya ada seorang bapak yang jualan koran.. Dalam hati aku udah yakin banget, gak bakal mungkin deh tuh bapak jualan, secara ujannya deras banget, sampe kalo kita mandang ke jalan, itu burem banget jalanan..

Dannn ternyataa.. Dia ada! Dipinggir sebelom jalur busway.. Berdiri dengan topinya yang selalu dia pakai dan setumpuk koran yang dia bungkus dengan kantong plastik.. Tak lupa senyum yang tak pernah absen dari penglihatanku..

Itu membuat aku mikir.. Seperti itukah imanku? Iman yang, walau "hujan deras" tetap percaya kalo pasti masih ada pembeli?

Satu-satunya hal yang Tuhan minta dari kita adalah iman kita. Gak ada yang bisa Dia lakukan saat iman kita mati.

***
Waktu itu Ps. Jeffrey pernah sharing yang diambil dari kisah Yairus. Pernah baca? Yang anak perempuannya umur 12 tahun hampir mati dan Yairus menghampiri Yesus untuk menyembuhkan anaknya..

Dan ditengah perjalanan ada seorang perempuan yang sudah 12 tahun pendarahan. Ia menjamah jumbai jubahNya dan seketika itu sembuh.. Percakapanpun dimulai ketika Yesus bertanya "Siapakah yang menjamah Aku?".. Singkat cerita wanita itu ngaku dan cerita tentang apa yang dialaminya..

Guess what? Kita seakan lupa akan Yairus, karena kita terfokus dengan wanita ini. Pernah bayangkan, bagaimana perasaan Yairus? Saat ia melihat wanita didepan matanya sembuh dan Yesus bukannya cepet-cepet ke rumahnya, tetapi Yesus masih sempet mendengarkan wanita itu cerita..

Saat Yesus masih berbicara dengan wanita itu, seorang dari keluarga Yairus datang dan bilang seperti ini.. "anakmu sudah mati, jangan lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru!" (Luk 8:49)

Kalian bisa bayangin, Yairus down'nya kyk apa? Baru aja ia lihat mujizat didepan matanya, tapi anaknya malah mati diwaktu yang bersamaan..

Dan saat itu Yesus langsung ambil alih. Yesus bilang "Jangan takut, percaya saja, anakmu akan selamat." (Luk  8:50)

Tahukah, mengapa Yesus bilang seperti itu? Karena satu-satunya pegangan yang bisa membuat anak Yairus itu sembuh adalah iman Yairus sendiri.. Dan Yesus gak mau, karena perkataan seorang dari keluarga Yairus, itu mematikan imannya..
***

Bagaimana dengan kita? Mungkin dunia diluar sana dan bahkan orang terdekat kita berusaha mempengaruhi kita dengan melemahkan iman kita.. dan seringkali kita lebih mendengarkan mereka daripada percaya akan janji Tuhan dalam hidup kita.

Atau mungkin juga, kita sudah banyak sekali melihat mujizat diluar sana, didepan mata kita sendiri, tapi kita merasa, koq mujizat seperti gak pernah datang dalam hidup kita..
Saat iman kita nampaknya pudar, percayalah satu hal, bahwa sebenarnya apa yang kita percayai semuanya sudah selesai di kayu salib. 

"sudah selesai" dalam bahasa Yunani adalah τελέω yang dibaca sebagai teleō, artinya: to end, that is, complete, execute, conclude, discharge (a debt): - accomplish, make an end, expire, fill up, finish, go over, pay, perform.

Jadi apa yang kita percayai itu bukanlah sesuatu yang mustahil, tetapi sesuatu yang "sudah selesai".. dan "sudah selesai" artinya kita percaya kalau kita sudah menerimanya; untuk itu, marilah kita sama-sama melangkah dalam "iman yang telah selesai"

Be blessed!
Wrote by Narita Vania Constantia

Sadarkah kita kalo salah satu hal terpenting yang membuat manusia mampu bertahan hidup adalah harapan?

Ada berapa banyak orang yang bunuh diri, depresi, kehilangan sukacitanya, berubah menjadi orang yang sebenarnya tidak diinginkannya dan mungkin ada yang bilang..

"Dulu saya sebenarnya gak seperti ini, tetapi karena ................ saya jadi berubah seperti sekarang ini".

Dan kalo ditarik garis lurus, yang menjadi akar dari semua itu adalah hilangnya harapan. Harapan yang selama ini menjadi pegangan kita, harapan yang membuat kita terus bersemangat, seakan diambil dari diri kita. 

Tapi ketahuilah dan genggamlah ini, meskipun mungkin saat ini kamu merasa menyerah terhadap dirimu sendiri, keadaanmu, situasimu.. "Tuhan tidak pernah menyerah terhadapmu.."

Ibarat kita misalnya lagi di dalam "labirin".. Seringkali kita melihat diri kita dari sudut pandang kita.. dan kita bisa melihat dengan jelas apa yang ada didepan mata kita itu tembok dan seakan-akan kita uda muter kemanapun gak ketemu jalannya..

Tapi sadarkah kalau sudut pandang Tuhan itu tidak sama dengan kita. Ia melihat dari atas.. dan apa yang Ia lihat? ia melihat garis finishnya.. ia melihat "the whole picture".. 

Saat kamu kehilangan harapan, Ia sedang berharap banyak padamu.. Ia ingin kamu memanggilNya dan mengajakNya untuk berjalan bersamamu.. Menuntunmu sampai kamu tiba digaris finish dan merayakan keberhasilanmu denganNya..

Ia rindu mendengar suaramu..
Ia rindu mendengar sukacitamu..
Ia rundu mendengar ceritamu.. (meskipun cerita yang menurutmu mungkin tidak penting, tapi bagiNya tidak ada satu hal pun yang tidak penting..)
Ia rindu tertawa bersamamu..

Kapan terakhir kali kita melibatkan diriNya dalam kehidupan kita?
Kapan terakhir kali kita berbincang denganNya?

Kita juga bisa belajar dari Abraham.. 

Roma 4:18  Abraham terus saja berharap dan percaya meskipun tidak ada harapan lagi. Karena itu ia menjadi bapak banyak bangsa.
Roma 4:20-21 Ia tetap percaya dan tidak ragu-ragu akan janji Allah. Malah imannya menjadikan dia bertambah kuat, sehingga ia memuji-muji Allah. Ia percaya sekali bahwa Allah dapat melakukan apa yang sudah dijanjikan-Nya.

dan kita pasti sudah tahu akhirnya.. apa yang menjadi harapan Abraham semua menjadi kenyataan..!! Ia menjadi orang yang sangat kaya dalam segala aspek kehidupannya, ia memiliki umur yang panjang dan bahkan ia disebut "sahabat Allah" (Yak 2:23)

Percayalah, berkat yang sama yang dimiliki oleh Abraham akan menjadi milikmu juga sehingga kamu bisa menjadi berkat untuk orang lain.. 

Saat pengharapan itu hilang, mintalah kepada Dia, "Sang" sumber pengharapan; Ingat, sesuatu yang disebut "sumber" tidak akan pernah habis!

Dan saat kita mendekat kepada "Sang" sumber, yang ada kita akan menjadi berlimpah-limpah dalam pengharapan (Roma15:13) dan kemanapun kita pergi, pengharapan yang datangnya dari Tuhan akan mengalir keluar sehingga kita menjadi orang yang mengimpartasikan pengharapan Tuhan.. 

Be blessed!
Wrote by Narita Vania Constantia

Dear, my valentine..
Kutulis surat ini untukmu..
Ya, untukmu..
Aku mencintaimu.. TITIK
Tak ada koma, tak ada kutip..
Hanya itu yang ingin Aku sampaikan.

Bukan karena apa yang kamu lakukan..
Bukan karena apa yang tidak kamu lakukan..
Bukan karena seberapa sering kamu mengingatKu..
Bukan karena seberapa lama kamu berbicara padaKu.
dan..
Bukan juga tentang seberapa besar kamu mencintaiKu.

Aku mencintaimu.. TITIK
Tanpa basa basi..
Tanpa "karena.."
Tanpa "jika.."
Tanpa "asalkan.."

Kemarilah..
Aku akan menggenggammu dengan tangan kasihKu..
dengan pelukanKu, kamu akan tetap merasa hangat..
dan.. Aku akan menggendongmu sampai masa tuamu..

Percayalah..
Aku tidak akan pernah mengecewakanmu; Sekalipun TIDAK.
Aku tidak akan pernah menyakitimu..
(siapapun yang menyakitimu, dia juga menyakitiKu)
Selamanya kita akan bersama..
Sampai kapanpun Aku tak akan pernah meninggalkanmu sendiri..

PS: Maukah kamu menjadi valentineKu?



Tertanda
Yesus
Wrote by Narita Vania Constantia

AnakKu..
Saat kehidupanmu berjalan..
Diluar apa yang kamu harapkan..
Kamu mungkin bertanya..
Mengapa semua ini terjadi..
Dimana Aku?
Mengapa Aku tidak mengambil alih..

Saat seakan-akan masa depanmu terasa samar..
Kamu tak tahu kemana harus melangkah..
Kamu mungkin bertanya..
Apakah Aku sungguh mengasihimu?
Kemana Aku?
Mengapa Aku seakan sulit sekali dijangkau..

Saat kamu merasa direndahkan..
Dan tak ada yang menghargai apa yang kamu lakukan..
Kamu mungkin bertanya..
Apakah hidupmu berarti?
Apakah kamu sungguh berharga?

Saat masalah datang tak kenal lelah..
Dan kamu hampir saja menyerah..
Kamu mungkin bertanya..
Apakah Aku sungguh mendengar doamu?
Apakah Aku sungguh Ada dan Nyata?

Saat kamu seakan kehilangan kendali..
Kamu mulai marah dan menjauh dariKu..
dan kamu bilang..
"Engkau tidak bisa berbuat apa-apa!"..
"Engkau tidak merubah keadaanku!"..
"Engkau tidak menyelesaikan masalahku!"..

Apakah kamu tahu apa yang sedang Kulakukan?

AnakkKu..
Aku hanya ingin kamu tahu satu hal..
Aku ada..
Aku hadir disana..
Aku tahu apa yang sedang kamu alami..
Aku sedang merancangkan masa depanmu..
Aku sedang membuat bangunan terindah untukMu..
Bersabarlah..
Kamu tahu mercu suar?
Ya seperti itulah kamu..
Semua orang akan melihat kemuliaanKu melaluimu..
Kamu akan menjadi besar karenaKu..

Kamu sangat layak mendapatkan itu semua..
Karena Aku sudah melayakanmu jauh sebelum kamu lahir..
Saat itu..
Saat dimana Aku menyerahkan nyawaKu..
Apa kamu ingat?

Hargamu seharga DARAHKU..
Dan kamu adalah milik kesayanganKu..
Tidak ada siapapun yang mampu membelimu kembali..
Semuanya sudah LUNAS terbayar..


PS: percayalah.. Aku sangat mencintaimu..

Tertanda
Yesus
Wrote by Narita Vania Constantia

Beberapa kali aku pernah bertemu dan mendengar tentang orang-orang yang bikin orang disekitarnya merasa "annoy" banget dengan apa yang dia lakukan.. bukan hanya sekali atau dua kali, tapi hampir setiap hari ni orang melakukan kebiasaan-kebiasaannya..

dan ketika ada orang yang menasihati dia dan minta dia untuk coba berubah, dia bilang seperti ini..
"Ok, aku akan berubah.. asal kamu juga berubah!!"..
Berubah kok nunggu orang lain berubah ya? orang yang seperti ini kebanyakan merasa dirinya yang paling bener dan susah untuk berubah..

Sebenarnya, perubahan sejati itu bukan datang dari keputusan yang seperti itu.. tapi dari hubungan kita dengan Tuhan..

Ibarat cermin ceh.. Pernah belajar fisika khan? tentang cermin-cermin gitu.. apa yang kita pelajari? Semakin cahaya didekatkan ke cermin, cahaya itu akan semakin memantul dengan lebih terang dan bersinar..

Ingat cerita Musa?
2 Kor 3:7
Pelayanan yang memimpin kepada kematian terukir dengan huruf pada loh-loh batu. Namun demikian kemuliaan Allah menyertainya waktu ia diberikan. Sebab sekalipun pudar juga, cahaya muka Musa begitu cemerlang, sehingga mata orang-orang Israel tidak tahan menatapnya.

di 2 Kor 3:7 ditulis bahwa "pelayanan yang memimpin kepada kematian".. disini maksudnya, waktu zaman hukum taurat, dimana pada waktu itu, setiap orang yang melanggar hukum taurat akan mati. Dan dizaman itu, kemuliaan Allah menyertai Musa.. apalagi lagi kita, yang hidup dalam zaman kasih karunia.

2 Kor 3:18
dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar. 

Seperti kita tahu, segala yang dituliskan di alkitab itu, pasti mengandung arti.. "mencerminkan" yang digunakan Paulus dalam bahasa Yunani disebut dengan "Katoptrizomai" yang artinya "to reflect as a mirror does", atau "beholding as a mirror"..

Kita ini mencerminkan kemuliaan Tuhan. Jadi, semakin kita dekat dan bangun hubungan dengan Tuhan, secara otomatis, karakter dari Yesus akan memantul lebih terang dan ini terjadi begitu saja.. tanpa paksaan.

Saat kita membaca alkitab atau berdoa cuma sekedar sebagai "kewajiban" atau merasa berdosa kalo sehari aja absen, gak heran kalo kita merasa sulit sekali merubah kebiasaan-kebiasaan buruk kita. Setiap kita coba, yang ada kita gagal lagi, gagal lagi..

"Tuhan, aku sudah membaca firmanMu, tapi kok tetep aja susah ya untuk belajar memaafkan, untuk menjadi lebih sabar, lebih menahan diri, lebih mengasihi, lebih bersyukur, dsb..

Kenapa? karena yang Yesus inginkan bukan "kewajiban", tapi suatu hubungan.. dan suatu hubungan tuh seperti ini.. "Saat kita tidak membaca alkitab atau berdoa, yang ada kita jadi haus dan lapar. Kayak kita punya pacar deh.. Kita berkomunikasi dengan pacar kita bukan karena kewajiban kan? tapi karena kita merindukannya.. Terlebih lagi hubungan kita dengan Tuhan.

dan bisa dibuktikan.. saat kita menjadikan hubungan kita dengan Tuhan bukan sebagai kewajiban semata, secara otomatis perubahaan itu akan terjadi.. Tanpa kita sadar, orang-orang disekitar kita akan merasakan perubahan itu.

Be blessed!
Wrote by Narita Vania Constantia
Newer Posts Older Posts Home

Hi! I'm Narita

Narita Vania Constantia

God's Masterpiece

Popular Posts

  • It Is Finished!
    Apa itu kasih karunia? "Sesuatu yang tidak layak kita terima, tapi kita menerimanya".. Ya, itu adalah sepenggal dari pel...
  • God Loves You, No More No Less!
    I am amazed by this statement. "Ketika malaikat jatuh, Dia membuangnya, ketika manusia jatuh, Dia mengejarnya. -Ps Chris Manusama ...
  • Sew in Love
    Ketika menulis adalah rajutan Dengan tali temali yang jenaka Akan kupetik bingkai kehidupan Dan kuukir namaMu disana.. Ya.....
  • Love Letter
    My Dear.. Aku mencintaimu! Mungkin kamu bosan mendengarnya.. Entah, sudah ribuan kali aku mengatakannya kepadamu. bahkan surat-...
  • Kebahagiaan
    Pernahkah kalian melewati waktu-waktu yang begitu menggembirakan, sehingga kalian berharap moment itu tidak pernah berakhir? Kalau kal...

Lastest Post

Tags

Christmas Fairy Faith Good Friday Grace Grateful Honor Hope Jesus Letter Love Mom My Random Thoughts My Story Peace Photo Editing Playlist Poem Pulau Seribu Rest Sermon Valentine Wise Woman
Powered by Blogger.

More Post by Narita

  • ▼  2016 (3)
    • ▼  July (1)
      • God Loves You, No More No Less!
    • ►  March (2)
  • ►  2014 (3)
    • ►  January (3)
  • ►  2013 (8)
    • ►  October (1)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (2)
    • ►  March (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (1)
  • ►  2012 (22)
    • ►  December (2)
    • ►  October (2)
    • ►  August (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (1)
    • ►  March (2)
    • ►  February (3)
    • ►  January (10)
  • ►  2011 (52)
    • ►  December (3)
    • ►  November (1)
    • ►  October (6)
    • ►  September (3)
    • ►  August (5)
    • ►  July (12)
    • ►  June (22)

FOLLOW ME @ INSTAGRAM

Copyright © 2016 Pièce De Résistance. Designed by OddThemes & Blogger Templates